Pages

Senin, 16 Mei 2011

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
A.     Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita ini karena dengan pendidikan kita semua bisa belajar semua ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan itulah kita bisa merubah polapikir kita semua, jadi setiap manusia khususnya masyrakat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya karena kemajuan suatu Negara dapat diukur atau dapat dilihat dari kemajuan pendidikan masyarakatnya. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya pada yang lebih baik. Kita dididik menjadi orang yang berguna baik bagi negara, Nusa dan Bangsa. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan yaitu di lingkungan keluarga (Pendidikan informal), lingkungan sekolah (Pendidikan formal), dan lingkungan masyarakat (Pendidikan nonformal). Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup, sehingga peranan keluarga itu sangat penting bagi anak terutama orang tua. Orang tua mendidik anaknya dengan penuh kasih saying, dan kasih sayang yang diberikan orang tua pada anaknya tidak ada habisnya dan tidak terhitung nilainya.
Orang tua mengajarkan kepada kita hal-hal yang baik misalnya, bagaimana kita bersikap sopan-santun terhadap orang lain, menghormati sesama, dan berbagi dengan mereka yang kekurangan. pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan Formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.




PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

A.  Pengertian Pendidikan
Secara umum pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mengembangkan ketrampilan dan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik.
1.      Menurut Bahasa
Istilah pendidikan adalah berasal dari kata “didik” yang mendapat awalan “pe” dan akhiran “kan”, yang mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya). Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia dijelasakan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, pelatihan, proses dan cara. Dalam bahasa Yunani istilah pendidikan adalah berasal dari kata “paedagogie”, yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah “paedagogie” dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak. Kemudian istilah pendidikan ini diterjemahkan kedalam bahasa ingris yaitu “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah pendidikan sering diterjemahkan dengan “tarbiyah” yang berarti pendidikan. Dalam UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 dijelaskan mengenai definisi pendidikan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat”.
2. Menurut Para Ahli
Dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai pengertian pendidikan menurut para ahli diantaranya menurut Ki Hajar Dewantara beliau menjelaskan bahwa Pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Sedangkan menurut John Dewey Pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok di mana dia hidup.
B.  Jenis-Jenis Pendidikan
Pendidikan khususnya di Negara Indonesia dibagi menjadi dua jenis pendidikan yaitu:
1.      Pendidikan Formal
Pendidikan Formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan Formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta dan belajarnya pun ditetapkan.
2.      Pendidikan Informal
Pendidikan Informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, atau sebuah pendidikan yang tidak resmi atau yang tidak ditetapkan seperti les sore, les computer, dan lain-lain.
C.  Manfaat Pendidikan
Ada beberapa manfaat pendidikan yang dapat kita peroleh yaitu:
1.  Mendapatkan ilmu yang akan kita butuhkan untuk masa depan
2.    Dengan belajar diluar atau didalam sekolah bisa menambah wawasan yang lebih luas sehingga pengetahuan kita bertambah
3.   Dengan mendapatkan ilmu dan wawasan yang lebih luas kita dapat     meraih cita-cita yang kita impikan
D. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
Menurt UU No 2 Tahun 1985 tujuan pendidikan adalah  mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan kerampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab dan berbangsa.
Menurt TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang berpancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab serta dapat menyuburkan sikap demokratis dan penuh tenggang jawab, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945, Bab II (Pasal 2, 3, dan 4).

BAB III
PENUTUP
A.         Kesimpulan
Dari penjalasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu adalah suatu cara atau usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan ketrampilan, potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik, dan bertujuan untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang.

0 komentar:

Poskan Komentar